Dhuha, 5 Januari 2026 – Setelah turun dari Masjid Nurul Yaqin Tanah Terban, Kec. Kampung Baru, Aceh Tamiang kami relawan dari Jatim secara tak berencana bertemu salah satu penghuni perumahan BTN yang juga penyintas banjir bandang, saya pun minta ijin bertanya kepada beliau tentang awal mula musibah tersebut.
Beliau bernama panggilan Pak Zul, bertempat tinggal di sebelah timur masjid Nurul Yaqin, rumahnya bertingkat

Pak Zul dengan latarbelakang rumah beliau yang tingkat
Beliau menyampaikan bahwa banjir sudah pernah terjadi di tahun 2006 setinggi 1 meter, di tahun 2025 tepatnya tanggal 25 November banjir hingga kira-kira 4 meter melebihi dari banjir tahun 2006.
Pada saat terjadi banjir, air yang datang cukup deras karena hujan 3 hari berturut-turut dan air hingga setinggi dada orang dewasa, beliau bawa keluarganya naik ke lantai atas, dan ajak tetangga-tetangganya naik pula hingga total 50 orang dewasa dan anak-anak.
Cerita lain dari Pak Iwan yang juga tetangga Pak Zul dengan sedikit jenggot di dagu beliau. Awal beliau dengan mengungsikan keluarga ke masjid Nurul Yaqin, namun air naik sudah melebihi 1 meter, beliau menyuruh warga lain yang belum dapat tempat berlindung mendobrak salah satu rumah bertingkat yang kosong untuk naik ke lantai atas rumah tersebut. Lalu beliau ungsikan anaknya satu persatu dari masjid ke rumah lantai atas yang didobrak tadi dengan berenang pakai galon air serta tali yang ada di masjid ke lantai atas rumah Pak Zul dan yang didobrak, maka total penyintas di lantai atas yang didobrak 80 orang. Dimana air banjir yang datang mulai keruh sekitar pukul 3 pagi.
Penyintas banjir bandang dua rumah tersebut bertahan 3-4 hari dengan makanan yang ada dan air minum. Air minum ini diambil dari persediaan masjid oleh Pak Iwan dengan bolak balik berenang disertai tali yang sudah dipasang tadi hingga habis. Selanjutnya air minum didapatkan lagi dari mengambil di depo air minum yang ada di perumahan BTN tersebut oleh bapak-bapak dari melewati atap-atap rumah warga hingga mencapai depo air tersebut yang berjarak kira kira 25 meter.
Alhamdulillah mereka masih diberikan keselamatan setelah bertahan di lantai atas tersebut walaupun kondisi mereka yang lesu karena air saja yang dikonsumsi 2 hari terakhir sebelum air surut dan kondisi rumah dan jalanan yang ditutupi lumpur sisa banjir. [IWH]
Salurkan Sedekah Anda melalui Yayasan Tabungan Amal Saleh BSI 7200-7300-24 atau
Link donasi.tamasa.id