Setiap tanggal 29 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Keluarga Nasional sebagai momentum untuk mengingatkan bahwa keluarga adalah fondasi utama lahirnya generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Peringatan ini juga menjadi penghargaan atas pentingnya keluarga dalam membangun bangsa dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat. (Kompas)
Dalam Islam, keluarga bukan sekadar tempat tinggal bersama, tetapi merupakan madrasah pertama bagi setiap anak. Di dalam keluargalah nilai-nilai tauhid, kasih sayang, kejujuran, dan tanggung jawab ditanamkan. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Namun, tidak semua anak memiliki kesempatan tumbuh dalam keluarga yang utuh. Di sekitar kita masih banyak anak yatim dan dhuafa yang kehilangan sosok ayah sebagai pencari nafkah, bahkan ada yang hidup dalam keterbatasan ekonomi sehingga terancam putus sekolah dan kehilangan masa depan. Mereka tetap memiliki hak yang harus dipenuhi oleh masyarakat dan kaum muslimin.
Allah SWT berfirman:
“Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.”
(QS. Ad-Dhuha: 9)
Dalam ayat lain Allah berfirman:
“Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim. Katakanlah: Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.”
(QS. Al-Baqarah: 220)
Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa memuliakan anak yatim bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari ibadah yang sangat dianjurkan. Bahkan Rasulullah ﷺ memberikan kabar gembira:
“Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga seperti ini,” kemudian beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya yang dirapatkan.
(HR. Bukhari no. 5304)
Hak Anak Yatim dan Dhuafa adalah Tanggung Jawab Bersama
Sering kali kita menganggap bahwa membantu anak yatim hanya sebatas memberikan santunan pada momen tertentu. Padahal, kebutuhan mereka jauh lebih luas, antara lain:
- Hak memperoleh pendidikan yang layak.
- Hak mendapatkan kebutuhan sandang dan perlengkapan sekolah.
- Hak memperoleh pembinaan agama dan akhlak.
- Hak mendapatkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka.
- Hak merasakan kasih sayang dan perhatian dari masyarakat.
Oleh sebab itu, Hari Keluarga Nasional seharusnya tidak hanya menjadi perayaan bagi keluarga yang lengkap, tetapi juga menjadi momentum untuk menghadirkan keluarga yang lebih luas, yaitu keluarga besar umat Islam yang saling menanggung dan menguatkan.
Allah SWT juga mengingatkan dalam Al-Qur’an bahwa salah satu ciri pendusta agama adalah mereka yang mengabaikan anak yatim dan tidak mendorong memberi makan orang miskin (QS. Al-Ma’un: 1–3). Pesan ini menjadi renungan bahwa kualitas ibadah seseorang juga tercermin dari kepeduliannya terhadap kaum yang lemah.
Bersama Yayasan Tamasa, Hadirkan Harapan untuk Mereka
Sebagai bentuk kepedulian terhadap hak-hak anak yatim dan dhuafa, Yayasan Tabungan Amal Saleh (Tamasa) menghadirkan berbagai program pendidikan dan kesejahteraan agar mereka memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.
1. Beasiswa Yatim & Dhuafa
Program ini membantu biaya pendidikan bagi anak-anak yatim dan dhuafa agar mereka dapat terus belajar tanpa terhalang masalah ekonomi. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan mengubah kehidupan mereka.
2. Paket Sekolah Ceria
Melalui program ini, para donatur dapat membantu penyediaan kebutuhan sekolah seperti:
- Seragam sekolah,
- Sepatu,
- Tas,
- Alat tulis,
- dan perlengkapan belajar lainnya.
Dengan perlengkapan yang memadai, anak-anak dapat berangkat ke sekolah dengan rasa percaya diri dan semangat baru.
3. Orang Tua Asuh Santri
Program ini mengajak masyarakat menjadi “orang tua asuh” bagi santri atau anak yatim dan dhuafa melalui dukungan pembiayaan pendidikan dan kebutuhan harian mereka. Walaupun tidak tinggal serumah, kasih sayang dan perhatian yang diberikan menjadi bagian dari amal jariyah yang terus mengalir.
4. Wakaf Sarana Pendidikan
Kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada guru dan murid, tetapi juga pada sarana yang memadai. Karena itu, Tamasa membuka kesempatan berwakaf untuk pembangunan dan pengadaan fasilitas pendidikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi demi generasi.
Mari Jadikan Kepedulian sebagai Warisan Keluarga
Keluarga terbaik bukan hanya yang mampu memenuhi kebutuhan anggotanya sendiri, tetapi juga keluarga yang menebarkan manfaat kepada sesama. Anak-anak yang melihat orang tuanya gemar berbagi akan tumbuh menjadi pribadi yang peduli dan dermawan.
Hari Keluarga Nasional adalah saat yang tepat untuk mengajarkan kepada anak-anak bahwa sebagian rezeki yang Allah titipkan memiliki hak bagi mereka yang membutuhkan. Ketika satu keluarga membantu satu anak yatim atau dhuafa untuk tetap bersekolah, sesungguhnya mereka sedang membangun masa depan bangsa sekaligus menanam amal yang pahalanya terus mengalir.
Semoga Allah SWT menjadikan keluarga-keluarga kita sebagai keluarga yang sakinah, penuh keberkahan, serta memberikan kemampuan untuk memuliakan anak-anak yatim dan dhuafa. Karena keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat, dan masyarakat yang peduli akan melahirkan generasi yang membanggakan umat dan bangsa. Aamiin.